“Kota Pekalongan Darurat Narkoba”

oleh

PEKALONGAN – Sebagai wujud komitmen dan upaya Pemerintah Kota Pekalongan dalam pencegahan narkoba, Bagian Kesra menggelar Training of Trainer (ToT) Anti Narkoba di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Kamis (22/11/2018). Kegiatan yang mengambil tema Generasi Milenial Kota Pekalongan: Muda, Cerdas, Berprestasi, Tanpa Narkoba! sebagai upaya penekanan peredaran narkoba di Kota Pekalongan.
ToT yang dibuka Walikota Pekalongan, Forkopimda, dan Kepala Organisasi Pemerintah Daerah, Tim Pembina Badan Narkotika Kota Pekalongan, Satgas Anti Narkoba, organisasi masyarakat, dan organisasi keagamaan di Kota Pekalongan.
Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE menyampaikan keprihatinannya atas Kota Pekalongan yang menjadi 10 besar kota darurat narkoba se-Jawa Tengah, padahal Kota Pekalongan adalah kota religius. “Upaya-upaya pembentukan laskar atau relawan anti narkoba dari berbagai organisasi dan komunitas sangat kami dukung. Ini menjadi benteng untuk pencegahan peredaran narkoba di Kota Pekalongan,” tutur Saelany.
Dikatakan Saelany, kasus narkoba dari data Polres Kota Pekalongan bisa dikatakan besar. Banyaknya kasus narkoba ini menjadi alasan kuat Saelany mendirikan Badan Narkotika Nasional (BNN). “Persyaratan sudah dipenuhi, tanah untuk kantor di daerah Tirto atau Gamer sudah disiapkan, begitu juga untuk sarpras dan SDMnya. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” paparnya.
Diperlukan langkah strategis agar narkoba dan dampak buruknya tidak merajalela. Semua kalangan bisa berpotensi terkena narkoba, rencana selanjutnya bulan depan akan digelar konser anti narkoba di Kota Pekalongan.
Kabag Kesra, Yos Rosidi menjelaskan bahwa acara ini diikuti oleh 200 peserta dari forum kerukunan umat beragama, pusat informasi konsolidasi jenjang SMP, SMA, SMK, dan perguruan tinggi, serta satgas anti narkoba. Disampaikan Yos, acara ini menghadirkan pembicara Kepala BNN Kabupaten Batang, Dosen IAIN Pekalongan, dan mantan pecandu narkoba dengan dimoderatoi General Manager Radar Pekalongan. “Ini sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang lengkap tentang narkoba yang beredar dan mengancam masyarakat. Selain itu, mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba, ciptakan generasi antinarkoba, merealisikan program pemerintah di Indonesia yang bebas narkoba,” tukas Yos. (*)