Jam Belajar, Bupati Larang Nyalakan Televisi

PEKALONGAN – Bupati Pekalongan Asip Qolbihi melarang warganya menyalakan televisi, hal ini merupakan perwujudan dari perda Kabupaten tentang jam belajar masyarakat, “guna mensukseskan jam belajar masyarakat yang saat ini sudah terbit perdanya hendaknya masyarakat, terutama para orang tua memperhatikan jam belajar masyarakat, yakni dari habis mahgrib sampai isya dilarang menyalakan televisi, supaya anak (pelajar) lebih konsen untuk belajar,” papar Bupati saat memberikan sambutan acara pengajian bersama Habib Lutfi Bin Ali Yahya di desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan Sabtu (31/7) kemarin malam. Selain itu bupati juga menekankan pentingnya anak untuk membaca Al Qur’an, selain mengikuti TPQ bagi anak seumuran “para orang tua juga wajib membimbing anaknya untuk membaca Al Qur’an di rumah setiap hari. Karena ini akan mencetak anak yang pandai mambaca Al Qur’an di Kabupaten Pekalongan khususnya di desa Tengeng Wetan ini. Jadi bukan Cuma tugas kiai dan ustad saja,” tegas Asip. Dia juga menyinggung pentingnya wajib belajar sembilan tahun, “sudah lama jadi program pemerintah wajib belajar sembilan tahun, namun saya akui di beberapa tempat masih ada anak yang putus sekolah, untuk itu saya melarang warga mengajak anaknya yang masih usia sekolah merantau keluar kota apalagi disana anak disuruh untuk membantu orang tuanya bekerja, seperti jualan tempe atau bekerja di konveksi,” tandas Asip. Tak hanya enam tahun kedepan juga akan di tingkatkan wajib belajar 12 tahun.
Selain itu, bupati yang merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan juga menyinggung tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu, “mereka yang belum memiliki BPJS Kesehatan secara mandiri bisa mengajukan KIS dan Jaminan Kartu sehat, “jadi saya tidak mau ada lagi kasus di Kabupaten Pekalongan warga miskin yang di tolak untuk berobat karena tidak adanya biaya, karena kami sudah menganggarkan sebesar 20 milyar untuk pelayanan kesehatan warga Kabupaten Pekalongan,” lanjutnya. Dalam kesempatan ini bupati Pekalongan juga menyerahkan bantuan uang Rp 90 juta Rehab RAM NU, Pengaspalan Rp 190 juta, pembangunan jamban Keluarga (Sanitasi Limbah Setempat) 275 juta dan juga pembangunan lantai jemur lumbung pangan masyarakat desa sebesar R21 juta. Di tempat terpisah Nur Salim Kepala Desa Tengeng Wetan saat di temui wartawan mengaku sangat senang dan berterimak kasih kepada Bupati Pekalongan, “Pertama saya selaku Kepala desa menyambut baik dengan diadakannya rangkaian acara Mualid Kanzus Sholawat yang kebetulan malam ini kami yang mendapatkan anugrah ketempatan, ini merupakan suatu kehormatan bagi desa kami, namun saya juga minta maaf bagi para tamu undangan yang hadir jika dalam penyambutan masih banyak kekurangan. Kedepan akan kami jadikan koreksi agar lebih baik,” ujar Nur Salim. Terkait banyaknya bantuan yang telah di gelontorkan di desanya dia menyambut gembira, “bantuan bagi saya merupakan amanah karena itu hak masyarakat, saya sebagai pelayan masyarakat berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi warga desa kami, kedepan saya berharap bapak bupati lebih banyak lagi memberikan bantuan bagi desa kami,” lanjut Nur Salim (kermit)

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*