ISMEI Jawa Timur Tolak IMF-WB di Bali

oleh

Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia Jawa Timur menyatakan sikap menolak pertemuan Dana Moneter Internasional atau IMF dan Bank Dunia, 8 – 14 Oktober di Bali. Pertemuan itu kata mereka menghabiskan anggaran negara mencapai Rp558 miliar.

Kordinator Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Jawa Timur, Badrud Tamam Menilai pemerintah melalui Kemenko Maritim telah gegabah karena tetap melanjutkan dan bertanggung jawab atas pertemuan IMF dan Bank Dunia di tengah kondisi Indonesia berduka akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulteng, 28 September lalu.

“Pertemuan itu membutuhkan dana sangat besar yang seharusnya bisa dialihkan bagi penanganan pasca gempa di Palu dan Donggala serta daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Kami merasa itu lebih tepat dan bermanfaat, sedangkan pertemuan di Bali nanti cuma euforia saja,” ujar pria yang akrab disapa BD ini.

Selain itu Sekretaris Wilayah Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia Jawa Timur Fahmi Ismail Melihat Pertemuan IMF-WB yang diadakan dengan dana yang cukup besar dan secara otomatis Menambah Hutang Negara sehingga ini tidak perlu diadakan pertemuan lebih lanjut.

Lanjutnya “kami akan melakukan kordinasi besar-besaran dengan BEM Ekonomi Se Jawa Timur untuk Melakukan pembacaan dan langkah selanjutnya untuk menanggapi pertemuan ini ditengah semua orang sedang ribut soal Hoax dan sebagainya kami akan fokus melihat persoalan ekonomi Bangsa untuk kemakmuran rakyat Indonesia ke depan”.ujar Fahmi (*)

banner 800x320