Hari Santri : 414 Anak Paud Ikuti Festival Keagamaan

oleh

PEKALONGAN – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan menyelenggarakan Festival Keagamaan dan Seni Islami Tingkat PAUD Kota Pekalongan Tahun 2018 dan Gerakan Nasional Cuci Tangan Pakai Sabun di Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Rabu (24/10).

Kegiatan ini sebagai dasar pendidikan agama dan pendidikan kesehatan bagi anak usia dini agar senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Festival Keagamaan dan Seni Islami ini diikuti oleh 414 anak usia dini, orang tua murid, dan guru PAUD se-Kota Pekalongan. Turut hadir dalam kegiatan, Walikota Pekalongan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TPKK), Asisten II Kota Pekalongan, dan dari Dinas Kesehatan.

Usai membuka acara, Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz menyampaikan apresiasinya kepada murid, guru, dan orang tua murid yang telah bersemangat menggalakkan pendidikan agama untuk mendukung visi Kota Pekalongan sebagai kota religius. Selain itu, menyemarakkan gerakan cuci tangan pakai sabun untuk menurunkan tingkat kematian pada balita akibat diare. “Data dari WHO ada 5.000 balita meninggal akibat diare, tentu ini menjadi perhatian bagi kami. Mari terus hidup bersih dan sehat dengan cuci tangan pakai sabun,” tutur Saelany.

Pendidikan di Kota Pekalongan ini mengutamakan pendidikan karakter untuk menciptakan anak yang berakhlakul karimah, cerdas akal dan spiritualnya. “Saya sangat bangga pada anak-anak yang turut dalam lomba, tetap bersemangat dan tunjukkan yang terbaik bagi perlombaan di acara ini,” pesan Saelany.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Soeroso mengungkapkan bahwa hari ini digelar aneka lomba seni islami untuk anak usia dini dalam serangkaian perayaan HSN. “Berbagai jenis lomba kami gelar seperti lomba kaligrafi, lomba hafalan doa, dan seni islam lainnya,” jelas Soeroso.

Soeroso menekankan untuk selalu cuci tangan pakai sabun dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup manusia dan menurunkan angka kematian pada balita akibat diare. Pada Acara tersebut, Laila Mufida dari Puskemas Noyontaan Kota Pekalongan memberikan contoh enam langkah CTPS yakni menyiapkan air mengalir dan melepaskan aneka aksesoris, tukang Cairkan sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar, usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian, gosok sela-sela jari tangan hingga bersih, bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci, gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian, dan letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan. (*)