Gunung Sampah Ancam Warga

oleh

PEKALONGAN – Persoalan limbah di sungai belum dapat diatasi, kini muncul permasalahan sampah. Ya, tempat pembungan akhir (TPA) di Degayu Kota Pekalongan sudah overliad. Bahkan bisa disebut sangat membahayakan.

Pasalnya, secara ideal ketinggian tumpukan sampah maximal 3 M, sedangkan di TPA Degayu sudah capai 17 Meter.
Anehnya Pemkot Pekalongan sejauh ini belum punya alternatif dan masih stagnan menunggu bantuan dari Propinsi.
Padahal jika tidak ditangani secara cepat dan tepat bakal ganggu aktivitas masyarakat sekitar TPA.
Apa jawaban Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan??? DLH mengaku sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak yang disebabkan oleh tumpukan sampah tersebut.

“TPA Degayu sudah overload atau sudah tidak layak secara teknis difungsikan,” ucap Kepala DLH Kota Pekalongan Purwanti.

Anehnya, meski mengakui sudah tidak layak namun tetap saja TPA Degayu terus digunakan.
Padahal Volume sampah yg masuk ke TPA saat ini kisarannya 150 ton/hari (data survey 2018 kemarin).

Sebagai solusi jangka pendek, Purwanti menerangkan DLH akan terus mengoptimalkan bank-bank sampah dan terus menggalakan sosialisasi kesadaran kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Tahun 2018, targetnya tiap RW ada bank sampah. Kami membentuk 54 bank sampah yang belum dievaluasi. Sebelumnya ada bank sampah induk Kertoharjo, bank sampah Tirto, Landungsari. Tapi kita punya TPS3R yg dimaksudkan untuk memilah sampah, sampah organik jadi pupuk, anorganik dijual. Masing-masing warga dapat mengolah sampahnya dipilah terlebih dahulu sehingga tidak ada lagi yang terbuang ke TPA,” pungkasnya.(*)