GNPK RI Kutuk Pengeboman

Bahwa Nabiyulloh Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan tindakan anarkhis/pengrusakan/penghancuran/intimidasi/kekerasan dg perkelahian/penculikan/pembunuhan dan tindakan/perbuatan biadab lainnya yg dilarang agama karena mudhorotnya dapat merugikan umat manusia.

Tragedi Pemboman di Surabaya yang mengakibatkan korban jiwa, dan dilakukan oleh sekelompok manusia biadab yang mengatasnamakan kesucian atau keyakinan apapun, merupakan tindakan biadab yg tidak dapat ditoleransi, apalagi kelompok tsb mengatasnamakan Islam.

Disetiap dada kaum Muslimin wal Mukminin terdapat qolbu dengan kekuatan Aqidah keimanan yg benar, maka tidaklah mungkin melakukan perbuatan/tindakan teror apalagi tindakan pengeboman dan pembunuhan.

Setiap Muslim wal Mukminin, senantiasa berikhtiar untuk meningkatkan Aqidahnya agar Keimanannya meningkat bertambah kuat.

Nabiyulloh Muhammad SAW tidak pernah mengajar apalagi memberikan contoh kepada umatnya untuk berbuat biadab dengan melakukan pengeboman dan pembunuhan terhadap umat nonmuslim.

Nabi mengajarkan kepada umatnya untuk berjihad fi sabilillah apabila dikemudian hari terjadi penindasan / diskriminasi / teror / dan Ancaman serta perlakuan tidak adil, sehingga ruhul jihad untuk melawan perlakuan dimaksud dapat dibenarkan

Terlihat sekilas tragedi pengebomam dan pembunuhan di Surabaya merupakan cermin kebiadaban yang tidak beralasan dan cenderung memaksakan kehendak kelompoknya.

Saya mencium bau politis tidak sehat akhir2 ini, dimana setiap terjadi teror pengeboman selalu mengatasnamakan Islam, sementara akhlaq setiap.muslimin wal mukminin tidaklah bejad dan biadab seperti itu.

SEPERTINYA KOMUNISME BERHASIL MENYUSUP DAN MERASUK SERTA MERUSAK SENDI-SENDI PERGERAKAN DA’WAH ISLAM.

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*