Garis Kejut di Exit Tol, Upaya Awal Selamatkan Warga

oleh

PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kekhawatiran jalur interchange yang dekat dengan kawasan pendidikan atau sekolah. Dinhub Kota Pekalongan membuat garis kejut di dekat SMPN 16 Pekalongan sebagai upaya untuk mengamankan para pengguna jalan baik pengendara maupun masyarakat sekitar.

Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE didampingi Sekda, Asisten, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memantau pembuatan garis kejut di Jalur Interchange Kota Pekalongan, Senin (31/12/2018). “Selama ini para pengendara menganggap jalur interchange ini adalah jalur tol jadi lajunya cepat, padahal banyak penduduk dan siswa yang lewat, agar aman telah dibuat beberapa garis kejut dan rambu-rambu untuk memperingatkan pengendara agar berhati-hati melintasi garis kejut,” papar Saelany.

Rambu-rambu yang saat ini masih menggunakan MMT ke depannya akan dipermanenkan, harapannya agar semua dapat berhati-hati. “Kami juga akan tempatkan petugas di jam masuk dan pulang sekolah,” ungkap Saelany.

Kasi Manajemen Rekayasa Dinhub Kota Pekalongan, Badarusyamsi menjelaskan bahwa pembuatan garis kejut di jalur Timur ini sebanyak tiga titik, yakni sebelum U turn, sesudah uten, dan sebelum perempatan jalan. “Untuk jalur Barat juga akan dibuat sama agar nantinya pengendara dari arah Utara atau Selatan dapat mengendorkan gas dan berhati-hati, ketika melewati garis kejut ini kecepatan yang diharapkan 40-50 kilometer,” tergas Badarusyamsi.

Dinhub juga memasang rambu-rambu jarak dari 100 meter dan 500 meter sebagai imbauan agar pengendara dapat lebih berhati-hati. “Harapannya dengan adanya garis kejut ini semua pengguna jalan di jalur interchange aman,” pungkas Badarusyamsi.(*)