Faruq Penolong Sekaligus Pembunuh Sutomo

oleh

Faruq Penolong Sekaligus Pembunuh Sutomo

M Faruk (33) warga Jalan Pelita 3 RT 3 RW 0 Kelurahan Jenggot pelaku pembunuhan Sutomo (84) Warga Jalan Karet Binagriya Kecamatan Pekalongan Barat lima hari lalu mengaku tidak sengaja menghabisi nyawa korban.  Tersangka mengaku kesal dengan sikap korban yang emosi  dan kerap menyalahkan dirinya.

Padahal menurut Faruq, awal dari kenalnya antara ia dengan korban dalam sebuah kecelakaan beberapa bulan silam. Tersangka menolong Sutomo yang saat itu naik becak menjadi korban kecelakaan, dan membawanya ke tukang pijat. Dari situlah Sutomo dan Faruq saling kenal.

Usai dari tukang pijat, Faruq membawa Sutomo untuk pulang kerumah Binagria dan terjadilah saling tukar nomor handphone. Selang beberapa waktu kemudian, tepatnya Rabu (7/2) tersangka diminta untuk berkunjung kerumah korban. Sesampainya dirumah tersebut Faruq diomeli dengan kalimat bahwa ia tidak pintar mencari tukang pijat. Pasalnya, usai dipijat pasca kecelakaan, sakitnya tidak sembuh-sembuh.

Diomeli macam-macam, Faruq hanya diam tak membantah. Namun berikutnya Almarhum Sutomo menyuruh tersangka  untuk mencari kucing dibelakang rumahnya karena menganggu dirinya. Sekian lama mencari kucing tak kunjung didapati, tersangka justru punggung tersangka dipukul sampai dua kali menggunakan sapu. Terpancing emosi, tersangka spontan membanting Sutomo hingga kepalanya membentur lantai dan tersangka selanjutnya memukuli dan menginjak korban.

Demi  menyaksikan korban tak berdaya,  Faruq langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Dan pergi kerumah istrinya di Desa Warungpring Kecamatan Warungpring Pemalang.  Demikian seperti yang disampaikan Kapolres Pekalongan Kota Ferry Sandy Sitepu Senin (12/2).

Kapolres menambahkan, setelah dilakukan olah TKP dan melacak jejak dengan sinyal HP, akhirnya jajaran Polres Pekalongan Kota berhasil ungkap pelaku pembunuhan tersebut. Saat ini Faruq sudah diamankan untuk menjalani proses hukum.

Selain mengamankan tersangka polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti antara lain kaos, hp dan sepeda motor milik tersangka. Tersangka akan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)