Duta Wisata dikenalkan Potensi Kota Batik

oleh

Kota Pekalongan menjadi tuan rumah Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Jawa Tengah tahun 2018 yang akan digelar Selasa (13/11) sampai dengan Kamis (15/11). Kesempatan menjadi tuan rumah dimanfaatkan untuk mengenalkan potensi Kota Pekalongan seperti kampung batik. Finalis Duta Wisata Jateng melakukan city Tour atau mengunjungi Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Pesindon untuk mengetahui sejarah batik, proses membatik, dan pengolahan limbah batik, serta diajak mempelajari tentang keberadaan Kota Pekalongan sebagai kota kreatif bidang kesenian dan kerajinan rakyat Unesco. Rabu (14/11).

Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Trenggono, di wilayah Jawa Tengah, hanya Kota Pekalongan memang sudah ditetapkan oleh Unesco sebagai kota kreatif dunia.

“ Bagi peserta finalis duta wisata Jawa Tengah, kita kenalkan tentang prestasi Pekalongan yang telah meraih predikat sebagai kota kreatif, sehingga mereka akan menularkan virus-virus keratif di daerahnya,” katanya.

Trenggono mengungkapkan. duta wisata sebagai garda depan promotor pariwisata, diharapkan bisa mulai mengangkat potensi kota batik dunia dengan kut menyebarkan secara luas melaui sosial media.

“Sarung batik dan batik indigo, memiliki kekuatan keunikan lokal, juga harus ikut dipromosikan duta wisata, untuk memperkenalkan Kota Pekalongan pada dunia,”ungkapnya

Sedangkan Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Nurdianto Slamet menyampaikan tema pada acara ini yakni Duta Wisata Jawa Tengah Bersama Membatik Dunia dengan harapan para duta wisata memiliki kepribadian menarik yang mencerminkan sosok generasi muda Jawa Tengah yang ramah, dinamis, kreatif, komunikasi, serta memiliki wawasan yang luas. “Rangkaian acara Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Jawa Tengah ini menekankan tema batik, jadi city tour ini bagian dari pengenalan Kota Pekalongan. Para finalis duta wisata diajak belajar dan praktik membatik. Dengan ini harapannya batik dapat menginspirasi para duta wisata, sehingga ke depannya dapat ikut mengenalkan wisata Kota Batik Pekalongan secara lebih mendunia,” tukasnya.

Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman (PKBK), Muhammad Husni Mubarak menyampaikan bahwa PKBK mengenalkan omah kreatif Batik Kauman kepada para finalis duta wisata. “Omah kreatif dengan arsitektur bangunan lama ini menjadi telecenter Kampung Batik Kauman yang aktivitas membatik dilakukan secara produktif. Ini menceritakan sejarah pertumbuhan batik di Kota Pekalongan,” terang Husni.

Ditambahkan Husni, PKBK juga menunjukkan instalasi pengolahan air limbah batik di Kampung Batik Kauman sehingga ramah terhadap lingkungan. “Kampung Batik Kauman sebagai salah satu cagar budaya ini kami sampaikan ke para finalis dengan harapan ke depannya mereka dapat menginformasikan dan mempromosikan batik ke daerah masing-masing,” pungkas Husni.

Sementara itu salah seorang finalis Duta Wisata asal Surakarta, Dinda Nur Safira mengaku terpukau dengan kreasi dari produk batik Pekalongan. Selain diajari proses membatik dengan canting tulis dan cap, Ia bersama finalis lainnya, juga diajak mengenal berbagai motf batik Pekalongan. (*)