Duh, Kok yo ono Proyek “Siluman” Di Bojong

oleh

KAJEN – Penggelontoran Dana Desa dari pemerintah pusat untuk meningkatkan sarana dan prasarana di desa ternyata tidak di barengi oleh pelaksaan yang sesuai dengan perundang undangan, seperti yang terjadi didesa Bojong Wetan, Kecamtan Bojong, Kabupaten Pekalongan, dalam sejumlah proyek yang di danani oleh DD tidak memiliki papan proyek yang seharusnya di pasang saat nol persen atau sebelum proyek tersebut dimulai, bahkan proyek pengaspalan jalan masih menyisakan dua setengah drum aspal, padahal seharusnya proyek yang sudah dibuat RABnya tersebut tidak menyisakan bahan material, terkait hal ini Kepala Desa Bojong Wetan Drigyardi saat di konfirmasi tentang hal ini Senin (10/12) kemarin tidak mau memberikan jawaban malah melimpahkan pertanyaan tersebut kepada PLT Sekdes yang juga ketua Tim Pelaksana Kegiatan Hadi Prayitno, “silahkan tanya saja kepada pak Hadi dia yang lebih tahu menahu soal hal itu,” ujarnya dengan muka masam.

Ditanya soal aspal yang masih sisa Hadi Mengaku semua proyek sudah dilaksanakan sesuai dengan RAB yang sudah di setujui oleh DPU Kabupaten Pekalongan, “memang ada sisa asapal dua drum setengah, namun semua proyek sudah kami laksanakan sesuai dengan RAB, pembangunan pengaspalan kami ber volume 1.970,75 M2 dengan ketebalan aspal 2 cm yang memakan anggaran Rp 163.100.000. Malahan kemarin saya sempat tanya sama pekerjanya untuk estimasi pengaspalan per meternya kira-kira berapa ember aspal? di jawab oleh yang mengerjakan katanya sekitar lima ember justru saya menyuruh kepada mereka supaya ditambahi menjadi enam ember permeternya supaya kualitas nya lebih baik,” ujarnya. Terkait adanya aspal yang masih sisa Hadi mengatakan akan melaporkan hal ini kepada pihak kecamatan, “ini kan pelaksaan pembuatan laporan belum selesai juga belum di survai oleh pihak kecamatan, nanti saya akan melaporkan apa adanya tentang hal ini bahwa ada sisa aspal tersebut,” paparnya. Ditanya soal tidak terlihatnya papan nama proyek di pelaksaan pengaspalan Hadi berkilah papan proyek dipasang di RT 08, “ada papan proyeknya mas, di RT 08 yang pojok selatan, itu kami juga memakai aspal yang original jadi dijamin kualitasnya sangat bagus,” ujarnya namun ketika Memo mengecek kelokasi tidak ditemukan papan proyek . Hal ini juga terjadi pada proyek pembangunan lapangan desa yang di bangung menggunakan Silva Dana Desa Tahun 2017 sebesar Rp 57.570.000 dengan volume 1.360 M2 tidak memiliki papan proyek, “untuk lapangan kami ada dua sumber yakni dari silva DD tahun 2017, dengan volume pengurukan 20 cm juga kami mendapatkan dana dari kemensos yang kami gunakan untuk pembelian lahan (tanah) dan juga untuk pengurukan. Karena adanya penambahan anggaran itu kami tinggikan pengurukannya yang tadinya 20 cm menjadi 35 cm malahan yang bagian ujung itu ketinggiannya mencapai 70 cm karena kondisi tanah yang miring,” elaknya. (mit)