Dindagkop Tak Tarik Retribusi Pedagang Banjarsari

oleh

PEKALONGAN – Pasca kebakaran, pedagang Pasar Banjarsari tidak bisa berjualan di pasar semula, tetapi berjualan di pasar darurat yang disediakan Pemkot Pekalongan, yakni di Jalan Patiunus dan Lapangan Sorogenen. ‘’Di tempat penjualan darurat ini, Pemkot tidak menarik retribusi,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi (Dindagkop) Kota Pekalongan, Zaenul Hakim.
Hal itu dikatakannya dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kota Pekalongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi B, Budi Setiawan yang berlangsung di ruang sidang, kemarin. Rapat itu dilakukan berkaitan dengan evaluasi program kerja Dindagkop tahun 2018.
Zaenul mengatakan, tidak dilakukan penarikan itu membuat Dindagkop mengajukan usulan penurunan pendapatan pada APDB perubahan tahun 2018 dan telah disetujui. Dengan demikian, rencana pendapatan pada penetapan Rp 2,89 miliar berubah menjadi Rp 2,55 miliar. ‘’Sampai Oktober 2018 ini, kami baru merealisir Rp 2,154 miliar (84,49%),’’ katanya.
Meski demikian, lanjut dia, dalam usulan APBD 2019, dia mengusulkan pendapatannya ada kenaikan dari Rp 2,55 miliar menjadi Rp 2,895 miliar. ‘’Ada rencana kenaikan pendapatan sebesar Rp 345 juta,’’ katanya.
Namun usulan kenaikan itu, dianggap oleh Wakil Ketua Komisi B, Budi Setiawan masih terlalu kecil. Sebab, dalam tahun 2018 ada MOU dengan Batang berkaitan dengan tera ulang, kemudian Pasar Anyar bangunannya sudah jadi dan sudah beroperasi sehingga diperkirakan akan terjadi kenaikan retribusi di pasar itu.
Hal yang sama juga terjadi pada Pasar Sayun. ‘’Ditambah dengan kreativitas dan inovasi Dindagkop, maka mestinya kenaikan harus lebih besar,’’ kata Wawan –panggiilan Budi Setiawan itu. Untuk itu, anggota komisi B lain, Fauzi Umar minta kenaikannya sebesar Rp 500 juta.
Alasannya, bisa ditingkatkannya penarikan retribusi pedagang kaki lima, pedagang pasar tiban, dan izin minimarket yang tersebar di beberapa lokasi. ‘’Kalau minimarket tak berizin, harus ditindak tegas, agar mereka melengkapi izinnya,’’ katanya.
Semula, atas desakan peningkatan pendapatan itu, Zaenul Hakim belum memberikan jawaban sampai beberapa saat. Namun setelah berembug dengan kabid-kabid yang duduk di sampingnya, maka dia akan mengupayakan maksimal untuk bisa mewujudkan kenaikan pendapatan Dindagkop pada APBD 2019.
Zaenul Hakim menambahkan, pendapatan Dindagkop sebagian besar dari retrubisi pasar. ‘’Ada 11 pasar di wilayahnya yang dikelola, antara lain Pasar Banjarsari, Pasar banyuirip, Pasar Grogolan baru, Pasar Podosugih, Pasar Anyar, Pasar Kraton, pasar unggas, Pasar Ayam, Pasar Ikan Hias, dan Pasar Rongsok,’’ ungkapnya. (*)