Dibangun dengan dana milyaran rupiah kini Diduga di jadikan tempat mesum

oleh

KAJEN – Taman Bebekan yang menjadi kebanggaan warga Kedungwuni, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, sebagian bangunan terlihat rusak dan tak terurus taman yang di bangun dengan dana milyaran rupiah ini sekarang banyak di jadikan tempat ngumpul anak Punk. Tak sedikit anak punk yang tidur dan bermukim di tempat tersebut, sebagian besar bangun juga telah di penuhi dengan coretan mural, salah seorang warga RT 5 Paesan Kedungwuni Ardian mengaku sangatb prihatin dengan kondisi taman dan area publik yang tidak terurus “tadinya disini bagus bahkan dulu sempat ada taman lampionnya namun tak lama hanya beberapa bulan saja, tempat yang awalnya di jadikan pusat kuliner, jajanan khas Pekalongan pun sekarang tutup. Terahir tempat tersebut di jadikan kedai kopi namun karena sepi pemodal menutup usahanya karean merugi terus menerus,” beber pria yang juga aktiv di sebuah lembaga swadaya masyarakat ini.

Ardian juga mengaku sempat beberapa kali memergoki pasangan muda yang berbuat mesum di tempat tersebut, “kadang kalau malam banyak yang pacaran disini, terutama di pojokan yang dulu di jadikan tempat latihan sepeda BMX, karena disitu lampunya sering mati. Banyak juga anak punk yang minum dan tidur disitu,” paparnya. Sementara itu salah seorang pedagang minuman di depan SMK 1 Kedungwuni juga mengaku sering menemukan alat kontrasepsi di tempat tersebut, “saya pernah beberapa kali saat pagi mau buka warung ada bekas kondom di lokasi ini, mungkin pasangan muda mudi yang pacaran hingga larut malam di tempat itu,” ujar wanita setengah baya yang enggan namanya di korankan ini. Dia juga menyesalkan sikap pihak terkait yang terkesan tutup mata melihat kondisi taman yang mangkrak dan sering di jadikan tempat mesum ini, “harusnya dari pihak terkait seperti Satpol PP dan Polsek setempat giat melaksanakan patroli di malam hari. Yang sangat meresahkan disini kehadiran anak punk, kadang jumlah mereka mencapai puluhan bahkan kalau ada pertemuan bisa mencapai ratusan, mereka datang dari luar kota biasanya untuk menyaksikan konser lalu pulangnya mampir kesini,” pungkasnya. (Mit)