Derita Ida dan Putranya yang Tuna Daksa-Tuna Wicara

oleh
banner 340x110 banner 340x150

PEKALONGAN – Penderitaan dan ujian hidup Ida Fatmawati (40) Warga Samborejo RT 13 RW V benar benar luar biasa. Bagaimana tidak, sekira 8 tahun lalu, dia nikah dengan Suparman dan dikaruniai anak dan diberi nama Azizatun Reza kini usia 7,5 tahun.
Putra Tunggal Ida-Suparman ternyata terlahir (maaf) berkebutuhan khusus. Mengingat menginjak usia 1,5 tahun Reza diketahui lumpuh dan tuna wicara.
Pasutri itupun berusaha keras agar anaknya bisa normal sepertinya anak anak pada umumnya.
Namun masuk usia 5 tahun, Suparman meninggal dunia akibat kecelakaan. Kini Ida seorang diri besarkan anaknya. Awalnya adanya BPJS memudahkan Ida terapikan anaknya di RS Kraton. Namun derita belum berakhir, Buruh batik harian dengan penghasilan Rp 10 Ribu/hari itu harus lebih kerja keras untuk terapi anaknya di RS Kraton. Pasalnya prosedur BPJS makin dipersulit hingga buat Ida pontang panting dari Puskemas Sepacar menuju RS Khodijah dan terakhir baru bisa diterapi di RS Kraton.
Tentunya Bolak balik untuk terapi anaknya tersebut Ida habiskan 30 ribu atau setara dengan ongkos 3 hari kerja yang diperolehnya.
Ida sendiri saat ini tinggal bersama kedua orang tuanya dan saudara saudaranya. “Ini rumah orang tua saya, dan tinggal bersama 4 Keluarga, ” papar Ida.
Mendengar kisah tersebut membuat Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arslan trenyuh. Melalui utusannya Muhammad Luthfi (Humas Kospin Jasa) didampingi Pekalongan Rescue serahkan bantuan Rp 2 juta. “Semoga bermanfaat ya Bu. Uang ini mudah mudahan bisa buat Ibu lanjutkan lagi terapi anaknya dan semoga ada keajaiban bisa sembuh.”
Mendapat Rejeki yang tak disangka tersebut buat Ida sampai teteskan air mata. (*)

banner 340x140 banner 340x140