Damkar Juga Urusi Tawon

oleh

PEKALONGAN – Meskipun tahun 2019 baru memasuki beberapa hari, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pekalongan sudah beraksi untuk memberikan edukasi kepada anak-anak TK Ulul Albab 2 di Kantor Damkar, Jumat (4/1) pagi. Edukasi ini diikuti oleh 70 orang. Ini merupakan kegiatan edukasi rutinan yang diadakan oleh Damkar. Adapun selain untuk anak TK, Damkar juga memberikan edukasi ke anak PAUD, SD, SMP, SMA, hingga perguruan ini.

Edukasi ini termasuk dari lanjutan kegiatan yang rutin diselengggarakan Damkar. Di tahun 2018, Damkar Kota Pekalongan untuk edukasi khususnya TK sudah terlaksana 30 kali. Tujuannya memberikan pembelajaran cara menanggulangi kebakaran.

Materi yang diberikan antara lain pengenalan api, hiburan seperti bernyanyi, memakaikan seragam damkar ke anak kecil, pengenalan mobil damkar, dan cara menyemprot air. “Kegiatan ini cukup memberi pengetahuan dan kegembiraan kepada mereka dalam rangka pengenalan damkar,” jelas Heru Sukamto, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan.

Melalui kegiatan semacam itu, tentunya memiliki harapan agar masyarakat terutama anak-anak bisa mengetahui bahayanya api. “Api kalau kecil jadi sahabat, kalau besar kan bisa berbahaya,” tambah Heru. Apa yang diungkapkan Heru benar adanya. Terbukti di tahun 2018 kemarin, Damkar Kota Pekalongan menangani 40 kasus kebakaran, 10 diantaranya di Kabupaten Pekalongan.

Damkar tidak hanya berurusan dengan api. Kegiatan pagi itu juga dilanjut dengan pengevakuasian tawon di Alun-alun Kota Pekalongan. Evakuasi tawon terlaksana berkat laporan dari masyarakat. Pihak Damkar sendiri telah membuka peluang bagi warga untuk melaporkan adanya tawon seperti ini. “Warga silakan lapor ke Damkar, mengisi form, kemudian kami tindaklanjuti langsung,” ujar Heru.

Sejauh 2018, selain memadamkan api, Damkar sudah mengevakuasi 17 sarang lebah. Di tahun yang sama, Damkar juga mengevakuasi ular di sekitar PMI Kota Pekalongan atas laporan warga setempat. Tahun 2019 Damkar akan mengoptimalkan kinerjanya, salah satunya dengan mengurangi shift dari 4 shift menjadi 3 shift. Pengurangan shift ini bisa berdampak pada penambahan personil jaga, dari semula 5 personil saat jaga, bisa bertambah menjadi 8 personil. (*)