BUPATI : TAHUN 2019 SETIAP DESA WAJIB BERINOVASI SESUAI POTENSI DAN KEMAMPUAN

oleh

KAJEN – Banyak inovasi-inovasi bagaimana membangun desa baik dari aspek pemberdayaannya maupun interpreneur desa. Ini program yang sangat baik. Tiap tahun akan kami adakan. Dan bagi desa-desa yang belum berinovasi, tahun 2019 di Kabupaten Pekalongan hukumnya wajib berinovasi sesuai potensi dan kemampuan desa.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat meninjau stan-stan pada acara Bursa Inovasi Desa Kabupaten Pekalongan Tahun 2018, di Internasional Batik Center (IBC) Wiradesa, Rabu (28/11/2018) pagi.
Lebih lanjut Bupati mengungkapkan desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan harus berinovasi. Karena apa? Kata Bupati, karena pertama, sumber daya manusia di desa sudah banyak, anak-anak muda di desa sudah sangat banyak. Kedua, kita punya sumber daya sosial yaitu bagaimana rasa guyub, rasa solidarity, rasa humanism yang masih tinggi di desa. Ketiga, di Kabupaten Pekalongan alhamdulillah kita dikaruniai sumber daya alam yang luar biasa, dimana masing-masing desa mempunyai potensi sendiri-sendiri.
“Dari makanan saja kita sudah sangat bervariasi, contoh gula, ada gula pasir, gula jawa, gula semut semua ada. Kemudian dari buah-buahan, dari sayur-sayuran kita juga lengkap. Kita akan kembangkan kekuatan desa ini insya Allah akan bertahap. Pertama adalah akan kita jaga kondisi air yang masih bersih. Kedua adalah udara yang masih jernih, airnya jernih, udaranya bersih. Kemudian yang ketiga adalah kekuatan local food (kekuatan makanan tradisional) yang saya kira ini akan bertahan ditengah pertarungan industry-industri global dan gaya hidup milenial,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, tiga kekuatan di desa tersebut akan tetap bertahan. Air yang bersih, udara yang jernih yang tidak tercemar, kemudian didukung oleh makanan tradisional yang memadai. Inilah yang akan menjadi daya tahan desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan.(*)