BUPATI : KITA SEGERA BANGUN PASAR DARURAT BAGI PEDAGANG PASAR WIRADESA YANG TERDAMPAK KEBAKARAN

oleh

KAJEN- Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan bertindak cepat dalam menangani musibah kebakaran Pasar Wiradesa Blok Ekster (eks Terminal) yang terjadi pada Rabu (7/11) dini pagi. Salah satunya yakni akan membangun pasar darurat.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang mendengar berita kebakaran tersebut langsung meninjau lokasi kejadian untuk memberikan respon cepat terhadap penangan musibah. Tampak pula Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Komisi C H. Munir dan beberapa Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.

Saat melakukan tinjauan, Bupati menuturkan bahwa pedagang pasar wiradesa yang terdampak musibah kebakaran mencapai 400 orang. “Kita akan bangun pasar darurat sementara agar para pedagang yang terkena musibah ini dapat beraktivitas kembali. Untuk lokasinya kita carikan yang dekat dengan pasar induk,” katanya.

Ditambahkan bupati, jumlah pedagang secara keseluruhan di pasar wiradesa mencapai 1.700, 400 diantaranya terdampak musibah kebakaran ini. “Dengan musibah ini menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu waspada dan menengok kanan kiri jika ada potensi yang berbahaya segera untuk melapor atau mengambil tindakan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang. Kami telah berkoordinasi dengan Polres Pekalongan untuk menyelidiki penyebabnya,” ucap Bupati.

Dijelaskanya, Pasar Wiradesa merupakan salah satu pasar terbesar yang berada di wilayah pantura Kabupaten Pekalongan dan telah masuk dalam daftar renovasi. Adapun kebakaran tidak sampai ke pasar induk sehingga di pasar tersebut aktivitas pedagang masih normal.

“Sebenarnya Pasar Wiradesa sudah masuk dalam rencana untuk direnovasi namun karena ada beberapa pertimbangan maka renovasi di tangguhkan, tahun 2018 Kabupaten Pekalongan sudah merenovasi lima pasar salah satunya yang terbesar yakni pasar kedungwuni. Dengan adanya kebakaran ini maka pemerintah akan mempercepat pengusulan renovasi pasar wiradesa secara bertahap, terutama yang terbakar ini agar pedagang dapat kembali beraktivitas,” .(*)