Berburu Ayam, Guru SD Tewas tertembak

oleh

DORO – Naas menimpa seorang guru SD, Kusmono alias Manis (35) alamat Desa Sawangan Kecamatan Doro, Kamis (25/10) sore. Pasalnya, ia tewas tertembak senapan angin oleh temannya saat berburu ayam alas di kebun.

Informasi diketahui, peristiwa terjadi sekira pukul 17.30 wib menjelang magrib. Korban bersama temannya yakni Ilyas (35) Dukuh Sindang Desa Banjarsari Kecamatan Talun melakukan perburuan ayam alas di Kebun Dukuh Silempe, Desa Dororejo, Kecamatam Doro dengan membawa senapan angin.

Namun, untuk mengetahui keberadaan ayam alas harus dilihat dari pohon. Kemudian, korban bersama temannya, yang tiba dilokasi melakukan pengintaian. Korban selanjutnya menyuruh Ilyas untuk memanjat pohon durian supaya mudah menembak ayam alas dari ketinggian.

Ilyas pun langsung bergegas untuk memanjat pohon durian dengan menggendong senapan angin. Tak lama kemudian, setelah dipohon, Ilyas tiba tiba melihat keberadaan ayam alas disemak semak. Tak mau kehilangan buruanya, Ilyas langsung mengarahkan senapan kearah ayam alas, namun entah mengapa ketika pelatuk senapan angin ditekan ternyata mengenai Kusmono yang saat itu masih berada dibawah.

Korban yang terkena tembakan senapan angin pada bagian pelipis pelipis mata sontak tersungkur dan jatuh. Mengetahui kejadian itu, Ilyas sontak turun dari pohon dan meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang datang berusaha memberikan pertolongan dengan melarika korban ke Puskesmas terdekat. Namun dikarenakan cukupn parah, akhirnya korban dilarikan ke RSUD Kajen.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto ketika dikonfirmasi membenarkan. Menurutnya, peristiwa terjadi saat korban berburu ayam alas bersama temannya, namun malah tertembak senapan angin.
“Ya, korban meninggal dunia,” katanya.

Adanya kejadian itu, anggota langsung memintai keterangan saksi dan mengamankan senapan angin sebagai barang bukti.”Untuk pelaku kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Dengan kejadian itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang hobi berburu dengan menggunakan senapan angin agar hati hati. Sehingga hal serupa tidak terulang kembali. (*)