Baju Baru di Tahun Politik by Agam Kurniawan

osialisasi pilkada serentak mulai digaungkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dari pusat sampai daerah-daerah. Di Jawa Tengah sendiri juga ikut serta dalam pilkada serentak pada tanggal 27 Juni2018. Dilansir dari detik.com anggaran untuk pemilihan gubernur kurang lebih 992 Miliar. Bisa dibayangkan kalau dana sebesar itu untuk membeli es dawet Kota Pekalongan akan tambah banjir.

Tahapan demi tahapan sudah terjadwal rapih oleh KPU, hingga detik ini KPU masih sibuk coklit data. Disisi lain politisi yang mendaftar sebagai calon pemimpin kepala daerah sibuk kesana kemari mencari dukungan. Dari ke pesantren yang lagi _hitz_ sebagai sasaran politik, ke korban bencana yang yang butuh bantuan, tukang becak di pasar, nelayan yang lagi ribut cantrang, dan atau petani yang masih ribut soal impor singkong.

Dari sinilah muncul _endors_ baru, tidak perlu mahal-mahal menyewa jasa selebgram, youtubers, atau artis koplo yang lagi naik daun. Mereka bukan jualan baju akan tetapi kampenye politik. Endors politisi adalah mereka nelayan, petani, tukang becak, sopir angkot, ibu rumah tangga dll.

Mereka bahagia dan dianggap sebagai baju baru untuk melindungi dari terik sinar matahari, saat saya dialog dengan tukang becak di depan ruko Sirandu Mall pemalang, “pak, bajunya kok masih SBY-JK kan udah lama banget?
Tukang becak menjawab “saya punya banyak sekali baju kaya ginih (baju kampanye), dari jaman SBY-JK sampai Junaedi-Martono(Bupati-wakil bupati Pemalang).

Selain sebagai baju sebagaimana fungsinya tentu baju itu memiliki pesan-pesan politik di setiap tulisan atau gambarnya, baju yang dikenakan oleh kalangan menengah kebawah ini dibagih secara percuma cuma alias gratis. Dengan harapan pesan politik di setiap baju itu dapat disampaikan.

Kita tunggu ajah menjelang tahun politik ini, akankah mereka membagikan baju-baju baru sebagai strategi politik atau muncul endors baru sebagai model baju politik. (*)

*Penulis : Mahasiswa STIT tinggal di Pemalang.

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*