Aneh Tapi Nyata, Di PHK Akibat Payudara “Wah”

oleh
Ada-ada saja didunia ini, punya payudara ‘wah’ dianggap ganggu konsentrasi aktivitas kerja. benarkah demikian? Ya, namanya juga laki-laki, meski Payudara sudah tertutup rapat tetap saja mata-mata liar ‘memburu’ pusat perhatian itu. Eh, yang jadi korban kok malah yang punya Payudara jumbo, aneh khan?

Nih ceritanya, punya Payudara ukuran jumbo tak selamanya buat bahagia. Hal itu seperti dialami seorang wanita sebut saja Mawar. Kisah ini berumula 3 tahun silam, saat Mawar melamar pekerjaan disebuah lembaga di sebuah kota kecil. Setelah melalui seleksi yang ketat, Mawar diterima untuk bekerja. Tak ada yang janggal saat dia aktivitas di kantor itu.


Namun Mawar selalu jadi sorotan karyawan laki laki akibat mempunyai Payudara berukuran Wah. Tiap dia berjalan membuat para karyawan gagal fokus. Bahkan bisik bisik menjurus piktor senantiasa hadir saat Mawar berjalan.  Namun semua itu tak buat Mawar risih, soalnya mau bagaimana lagi, lha memang yang dia miliki seperti yang terlihat. Asli dan tak dibuat buat.


Akhirnya petaka pun datang usai pimpinan diganti dengan pejabat yang nota Bene seorang wanita, katakan saja namanya Melati. Entah apa yang ada dalam pikiran Melati, tiada angin tiada hujan Mawar dipaksa untuk mundur. Kontan, Mawar kaget dan tidak terima dengan perlakuan seperti itu. Dia pun beranikan diri untuk protes. “Apa salah saya. Kenapa saya diminta mundur atau dipecat. Saya ingin ada kejelasan,’ katanya.


Pertanyaan itupun langsung dijawab Melati. Dan ternyata ungkapan Sang Pemimpin diluar dugaan. “Kamu di PHK karena Payudara mu gede alias besar ataupun Wah. Bikin karyawan laki laki gagal fokus dalam bekerja,” ungkap Melati.
Mawar tidak terima diperlakukan seperti itu. “Apa ada aturan karyawawati ga boleh punya Payudara gede seperti saya. Saya tidak pernah pamerkan pada siapa siapa. Apakah anugerah ilahi ini jadi persoalan??,”
Melatipun tetap ngotot untuk mem PHK. “Lha itu tadi, punyamu terlalu besar dan buat gagal fokus aja,’ katanya.
Akhirnya, Mawarpun meninggalkan kantor itu dengan teteskan air mata. Ya inilah peristiwa pertama kali dalam dunia kerja. (*)

Nb : bila ada kesamaan nama dan cerita hanya kebetulan semata. (*)