85 KPM-PKH Ikut Pemantapan

oleh

PEKALONGAN – Sebanyak 85 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pendamping PKH diberikan sosialisasi pemantapan penerima bantuan PKH, Rabu (25/10) di Aula Kelurahan Pringrejo.

Sosialisasi tersebut dibuka oleh Plt Walikota Pekalongan H.M Saelany Mahfudz. Turut hadir Kepala Dinsos-P2KB Gunindyo.

Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Gunindyo, mengatakan, sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk memonitoring bantuan sosisal  non tunai sejauh mana perkembangan kemandirian keluarga penerima manfaat yang telah menemerima bantuan sosial PKH dari kementrian sosial “ kita monitoring sejauih mana grafik keamandirian keluarga penerima manfaat,” terangnya.

Ia melanjutkan bahwa di Kota Pekalongan jumlah penerima bantuan tersebut sebanyak 3279 keluarga dan nantinya kepesertaan PKH dibatasi selama 5 tahun “ Dalam kebijakan kementrian sosial kepesertaan PKH dibatasi selama 5 tahun dan harus dilakukan graudasi atau kelulusan, apabila dinilai sudah mandiri atau lulus maka kepesertaan PKH akan dicabut,” tambahnya.

Sementara itu Plt Walikota Pekalongan H.M. Saelany Mahcfudz, SE mengatakan Kegiatan Fasilitasi Upaya Peningkatan Kesejahteraan Keluarga ini merupakan gerakan nyata yang mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat serta salah satu bentuk pertanggungjawaban kita dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “ Kegiatan hari ini untuk memantau sejauh mana perkembangan kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (PKM) yang telah menerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial RI,” terangnya.

Ia  melanjutkan, program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM (rumah tangga sangat miskin)  dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan “ Bansos melalui program ini merupakan upaya pemerintah memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Program ini merupakan cikal bakal dalam pengembangan sistem pelayanan yang lebih baik kepada anak dalam bidang pendidikan, dan kesehatan,” lanjutnya

Beliau Berharap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang menerima bantuan selama ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya, dan selanjutnya dapat mandiri dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah terus menerus. (*)