300 Siswa SMK Ikuti Penguatan Pendidikan Karakter

oleh

KAJEN – Sebanyak 300 siswa tingkat SMK di wilayah Kabupaten Pekalongan dan sejumlah SMK di Jawa Tengah selama tiga hari mengikuti penguatan pendidikan karakter yang dilaksanakan di dua lokasi di kawasan wisata Kalipahingan serta SMK Muhammadiyah Kesesi.

Kepala Sekolah SMK Kesesi Muhammadiyah Kesesi, Abdul Kodir menyampaikan, kegiatan penguatan pendidikan karakter merupakan program dari Kementerian Pendidikan. SMK Muhammadiyah Kesesi, kata dia, hanya menjadi tuan rumah event tersebut.

“Tentu kami sangat tersanjung menjadi tuan rumah kegiatan dari pemerintah pusat. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi SMK Muhammadiyah Kesesi yang berada di daerah pedesaan. Semoga kegiatan ini bisa menjadi ajang dan momentum transformasi keilmuan untuk para siswa di Kabupaten Pekalongan dan SMK Muhammadiyah Kesesi, ” harapnya.

Menurutnya, lokasi acara memang dibagi menjadi dua titik. Hal itu dilakukan lantaran ada dua tema berbeda pada kegiatan penguatan pendidikan karakter. Adapun para siswa yang mengikuti acara di SMK Muhammadiyah Kesesi bertemakan penguatan pendidikan karakter tema kepemimpinan dan di kawasan wisata Kalipahingan tema pendidikan karakter

“Harapannya nanti setelah mengikuti kegiatan ini mampu menjadi titik tolak penguatan karakter, sehingga setelah lulus sekolah dan ketika mencari pekerjaan, mereka memiliki karakter yang kuat. Dengan begitu para siswa sebagai penerus cita cita bangsa bisa terwujud. Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari mulai 16-18 November 2018,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu narasumber dari acara tersebut yaitu seorang motivator Marlock menyampaikan, persaingan mendapatkan pekerjaan pekerjaa yang ada diperebutkan oleh lulusan siswa SMK cukup ketat. Untuk itu para siswa SMK selain dituntut memiliki keterampilan, berpenampilan menarik juga harus berani tampil.

“Kemana tamatan smk setelah lulus? Lowongan paling banyak di jakarta, maka ini kalian dibekali pendidikan penguatan pendidikan karakter. Jangan mengandalkan pemda dan provinsi soal lowongan pekerjaan. Sehubungan penguatan karakter, tanpa bantuan dari orang tua, guru tidak bisa banyak berbuat mansukseskan anak atau siswa,” tandas dia.*