30 Janda Protes, (Akhirnya) Dapat Rp 160 ribu

oleh

KAJEN – Sedikitnya 30 Janda di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan protes terhadap pihak perangkat desa setempat.Pasalnya, mereka merasa diperlakukan tidak adil lantaran tak masuk dalam daftar penerima bantuan dari Kospin JASA. Aksi para janda itu akhirnya didengar phak pemerintah desa. Melalui musyawarah yang dilaksanakan di balai desa Selasa kemarin, akhirnya mereka mendapatkan bantuan, tentu dengan mengurangi ‘jatah’ janda lainnya.
Dari investigasi disebutkan pihak Kospin JASA memberikan 157 paket bantuan berupa sembako dan uang tunai @ Rp 200 ribu untuk 157 janda sesuai yang diajukan perangkat desa. Belakangan, bantuan berupa uang dianggap bermasalah akibat ada sejumlah janda belum terdaftar. Fenomena ini sejak awal sudah diantisipasi Kepala Desa Nahrowi. Terbukti, saat pemberian bantuan, pihak desa ‘hanya’ membagikan @Rp 100 ribu dengan asumsi bahwa akan ada protes dari janda yang tak terdaftar. Firasat Kepala Desa benar, begitu dibagikan kepada para penerima manfaat, ada 30 Janda yang langsung protes agar bisa mendapatkan bantuan. Tak menunggu lama, para janda itupun diberi santunan.
Untuk jaga-jaga ada Janda lainnya yang protes, Kepala Desa belum berani membagikan sisa bantuan dari Kospin Jasa agar tidak ada permasalahan ditengah warganya. Setelah dirasa cukup waktu, akhirnya pihak desa kembali mengundang seluruh Janda penerima bantuan untuk datang ke balai desa guna mendapatkan tambahan. Setelah melalui rembug warga, disepakati 187 janda mendapatkan tambahan Rp 60 ribu.
Dalam berita acara pertemuan disebutkan bahwa pemberian bantuan dari Kospin Jasa dibagikan kepada 183 janda dengan masing-masing memperoleh Rp 160, sedangkan 4 orang ‘terlanjur’ memperoleh Rp 200 ribu mengingat mereka mendapatkannya saat penyerahan secara simbolis. Dan dengan kesepatan seperti itu, semua warga dan janda merasa lega dan bisa menerima hasil musyawarah tersebut. Berita acara ditandatangai Kepala Desa Nahrowi, Wakil Masyarakat Zaenal Abidin dengan pimpinan pertemuan adalah Ali Mahmud tertanggal 2 Januari 208.
Sebelumnmya, puluhan warga miskin Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Mengeluhkan lambannya kerja kepala desa dan perangkat desa setempat dalam menyalurkan bantuan dari Kospin Jasa untuk warga tidak mampu.
Salah satu warga Imah (43) kepada ISP mengatakan bantuan dari Kospin Jasa ada dua macam yakni paket sembako dan uang tunai, untuk paket sembako sudah disalurkan ke warga yang berhak, namun untuk uang tunai ada sejumlah warga yang mendapatkannya tidak sesuai.
“ Bantuan Kospin Jasa sebesar 31,4 juta namun baru dibagikan sebesar 15,7 juta lalu kemana sisa uang 14,6 juta. Seharusnya uang tersebut diberikan kepada warga yang berhak apalagi sebelumnya juga sudah terdaftar sebagai penerima bantuan Kospin Jasa,” katanya.(*)